Perkerasan Jalan Penghubung Desa Alala dan Nanebot, Diduga Proyek Siluman Untuk Bohongi Masyarakat

BIDIKNUSATENGGARA.COM | Pekerjaan proyek perkerasan jalan penghubung antara Desa Alala dan Nanebot di Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, menarik perhatian besar dari warga setempat serta awak media.

Proyek yang baru selesai sekitar dua bulan lalu ini tidak dilengkapi dengan papan informasi, yang seharusnya mencakup rincian seperti sumber anggaran, masa kontrak, dan nama kontraktor yang mengerjakan, sesuai dengan standar yang berlaku untuk setiap pekerjaan publik.

Ketiadaan papan informasi ini menimbulkan keraguan di kalangan masyarakat mengenai kualitas dan sumber dana proyek tersebut.

Dalam waktu yang relatif singkat, jalan tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Selain itu, penahan jalan yang dikerjakan juga terkesan asal-asalan, sehingga warga setempat berpendapat bahwa proyek ini terkesan seperti proyek siluman, yang tidak transparan dan tidak memberikan informasi yang seharusnya kepada publik.

“Proyek yang dikerjakan tanpa papan nama itu jelas menunjukkan upaya untuk menipu masyarakat, agar pengawasan terhadap anggaran dan sumber dana menjadi tidak transparan,” tegas salah satu warga kepada awak media pada Senin, 31/3/25.

Warga lainnya menambahkan, “Seharusnya pihak kontraktor pasang papan informasi sesuai dengan aturan yang ditetapkan, agar masyarakat tidak terus bertanya, proyek ini anggarannya berapa? Jangka waktunya berapa hari? Dan kontraktor siapa yang bertanggung jawab?,” keluh warga.

Salah satu warga lainnya yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keprihatinan atas kondisi jalan yang berlubang-lubang, “Baru saja selesai dua bulan lalu, tetapi sudah terlihat seperti jalan lama,” ungkapnya.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai proses pengawasan dan jaminan kualitas yang seharusnya diterapkan dalam proyek-proyek publik.

Tim media berupaya mengonfirmasi kondisi proyek ini kepada Plt Kadis PUPR Kabupaten Malaka, Paul Miki. Namun, ia mengaku tidak mengetahui detail proyek dan menyarankan wartawan untuk menghubungi Pejabat Pembuat Keputusan (PPK), yaitu Kepala Bidang Bina Marga PUPR Malaka.

Sayangnya, upaya untuk menghubungi PPK proyek tersebut tidak mendapat respon. Hingga berita ini diturunkan, hasil pemantauan awak media menunjukkan bahwa papan informasi proyek tidak terpasang, sehingga sumber anggaran proyek ini tetap tidak diketahui.**(Ferdy Bria)